Radja Nainggolan Hanya Bisa Menyesal
Ia menyebut keputusan di masa lalu terasa berbeda ketika melihat bagaimana perjalanannya berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Nainggolan dalam wawancara di program De Tafel van Gert yang kemudian dikutip oleh media Belanda Voetbal Primeur.
Ia secara terbuka membahas kekecewaannya terkait situasi di Belgia.
Nainggolan mengaku kecewa karena tidak masuk dalam skuad Belgia untuk Piala Dunia 2018. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik dalam hubungannya dengan Rode Duivels.
Saya sangat terpukul dengan hal itu. Saya telah mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi Rode Duivels. Saya sempat mengatakan hal ini sebelumnya.
Berselisih dengan Pelatih Belgia
Situasi tersebut tidak lepas dari konflik yang terjadi antara dirinya dengan pelatih Belgia saat itu, Roberto Martinez.
Perselisihan itu membuat karier internasionalnya bersama Rode Duivels berakhir pada Maret 2018.
Nainggolan kemudian menyebut bahwa jika mengetahui akhir ceritanya, ia akan mengambil pilihan berbeda sejak awal. Ia menyinggung kemungkinan untuk lebih cepat memilih Timnas Indonesia.
Jika saya tahu semuanya akan berakhir seperti ini, maka saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia.
Garis Keturunan Batak
Pemain kelahiran Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988 itu memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya, Marius Nainggolan yang suku batak.
Latar belakang tersebut sempat membuka peluang baginya untuk membela Timnas Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Nainggolan juga pernah merasakan bermain di Indonesia. Ia sempat memperkuat Bhayangkara FC selama setengah musim pada akhir 2023 hingga pertengahan 2024.
HOT PROMO yang berlaku di PINO BOLA :




Komentar
Posting Komentar